MAKALAH AQIDAH AKHLAK
“AKHLAK BERPAKAIAN”
Kelas XIIB
Oleh :
Khusnul Khotimah
KATA PENGANTAR
Puji
syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat
dan karunia-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah “Akhlak Berpakaian” dengan tepat pada waktunya.
Tak
lupa kami ucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu
atas terselesaikannya makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan.
Oleh karena itu, penulis berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik
dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah selanjutnya.
Semoga
makalah ini bermanfaat khususnya bagi penulis dan pembaca pada umumya. Aamiin.
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL ............................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. ii
DAFTAR ISI .......................................................................................................................... iii
BAB I
PENDAHULUAN ......................................................................................................... 1
Latar belakang .......................................................................................................... 1
Rumusan masalah ..................................................................................................... 1
Tujuan penulisan ....................................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN .......................................................................................................... 3
Definisi Pakaian......................................................................................................... 3
Karakteristik Pakaian Menurut Islam........................................................................ 3
Fungsi Pakaian Menurut Islam.................................................................................. 4
Batas Aurat ............................................................................................................... 7
Adab Berpakaian Menurut Islam............................................................................... 8
Hikmah Akhlak Berpakaian ....................................................................................... 9
BAB III PENUTUP.................................................................................................................. 10
Kesimpulan ................................................................................................................ 10
Saran .......................................................................................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Didalam kehidupan sehari – hari terdapat berbagai macam segi
kehidupan yang memiliki aturan dan tata cara yang harus kita taati. Pakaian
merupakan salah satu kebutuhan yang tak bisa lepas dari hidup kita. Seiring
dengan perkembangan zaman, berpakaian sudah menjadi salah satu pusat perhatian
dalam kemajuan globalisasi. Berbagai macam jenis pakaian telah muncul
dikehidupan kita, sehingga membuat kita harus memilih – milih yang mana yang
pantas untuk kita pakai serta tidak melanggar ajaran agama Islam. Begitu juga
berhias, pengaruh dunia barat sangat besar bagi negara kita Indonesia. Alat –
alat semakin canggih, untuk berhias pun tak jadi hal yang susah bagi kita.
Ajaran agama Islam tak hanya membahas hal yang besar bagi manusia, hal yang kecil seperti perjalanan, bertamu dan menerima tamu dianggap hal yang kecil bagi sebagian besar manusia untuk dipelajari. Kesadaran akan pentingnya aturan yang telah ada didalam Al – Qur’an terkadang terlupakan bagi kita. Mengabaikan hal – hal kecil yang ujungnya akan berakibat bagi kehidupan sehari – sehari. Melewatkan hal – hal yang kecil secara terus menerus membuat kita membentuk sebuah kebiasaan yang buruk sepanjang kita lupa akan aturan.
Ajaran agama Islam tak hanya membahas hal yang besar bagi manusia, hal yang kecil seperti perjalanan, bertamu dan menerima tamu dianggap hal yang kecil bagi sebagian besar manusia untuk dipelajari. Kesadaran akan pentingnya aturan yang telah ada didalam Al – Qur’an terkadang terlupakan bagi kita. Mengabaikan hal – hal kecil yang ujungnya akan berakibat bagi kehidupan sehari – sehari. Melewatkan hal – hal yang kecil secara terus menerus membuat kita membentuk sebuah kebiasaan yang buruk sepanjang kita lupa akan aturan.
Untuk itu, sebagian besar manusia melupakan aturan – aturan
yang telah ditetapkan. Berpakaian tidak sesuai dengan ajaran Islam, Berhias
berlebihan, menempuhi perjalanan tanpa ingat waktu, bertamu tanpa mengenal
siapa tuan rumah, dan menerima tamu tanpa memperhatikan apa yang harus
dilakukan.
Makalah ini dibuat agar menjadi ulasan kembali ingatan kita
dan menambah pengetahuan kita, bahwa berpakaian, bertamu, berhias, perjalanan
dan menertima tamu mempunyai aturan tersendiri.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa pengertian pakaian ?
2. Bagaimana karakteristik pakaian menurut Islam ?
3. Bagaiamana fungsi dan adab berpakaian menurut Islam ?
4. Apa hikmah dan nilai positif dari akhlak berpakaian ?
1. Apa pengertian pakaian ?
2. Bagaimana karakteristik pakaian menurut Islam ?
3. Bagaiamana fungsi dan adab berpakaian menurut Islam ?
4. Apa hikmah dan nilai positif dari akhlak berpakaian ?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan kami
membuat makalah ini:
1. Mengetahui apa
pengertian pakaian.
2. Memahami bagaimana karakteristik pakaian menurut Islam.
3. Memahami bagaiamana fungsi dan adab berpakaian menurut Islam.
4. Dapat menjelaskan apa hikmah dan nilai positif dari akhlak berpakaian .
2. Memahami bagaimana karakteristik pakaian menurut Islam.
3. Memahami bagaiamana fungsi dan adab berpakaian menurut Islam.
4. Dapat menjelaskan apa hikmah dan nilai positif dari akhlak berpakaian .
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Pakaian
Pengertian
pakaian menurut definisi Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu barang yang
dikenakan (baju, celana dan sebagainya). Kemudian istilah ini dipersamakan
dengan busana. Istilah busana awalnya berasal dari bahasa sansekerta yakni
bhusana yang memiliki konotasi pakaian yang bagus atau indah. Yang dimaksud
bagus disini adalah pakaian yang serasi, harmonis, enak di pandang, selaras,
dan cocok dengan pemakainya. Dengan demikian pakaian dapat diartikan sebagai
busana pokok yang digunakan untuk menutupi bagian-bagian tubuh.
Al-Qur'an
paling tidak menggunakan tiga istilah untuk pakaian yaitu, libas, tsiyab, dan
sarabil. Kata libas yang digunakan Al-Qur'an adalah untuk menunjukkan busana
lahir maupun batin. Arti kata Libas pada mulanya yaitu apa pun yang ditutup.
Fungsi ini amat sangat jelas, yakni sebagai alat penutup tubuh. Kata tsiyab
yang terambil dari akar kata tsaub yang berarti kembali, yakni kembalinya
sesuatu pada keadaan awal, atau pada keadaan yang seharusnya sesuai dengan ide
pertamanya. Sedangkan kata sarabil, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
diartikan pakaian, apa pun jenis bahannya dengan fungsi dapat menangkal
sengatan panas, dingin maupun bahaya ketika dalam peperangan.
2.2 Karakteristik Pakaian Menurut Islam
1. Menutup semua
anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan
Ketika menafsirkan
QS. An-Nur: 31, Ibnu Katsir menafsirkan aurat yang boleh ditampakkan hanya
wajah dan telapak tangan untuk perempuan. Sementara untuk laki-laki mulai pusar
hingga lutut.
2. Pakaian tidak
boleh ketat dan menonjolkan bentuk tubuh
Menutup aurat yaitu
longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh. Hal ini bertujuan supaya jika ada lain
jenis (yang bukan mahram) melihatnya dikhawatirkan dapat menimbulkan syahwat.
3. Pakaian
laki-laki tidak boleh menyerupai pakaian perempuan atau sebaliknya
Jika ada seorang
laki-laki mengenakan pakaian yang menyerupai perempuan, begitu pula sebaliknya,
itu merupakan pelanggaran. Dalam suatu hadist yang diriwayatkan oleh Abu
Hurairah, Rasulullah SAW melaknat (mengutuk) kaum laki-laki yang menyerupai
perempuan, dan kaum perempuan yang menyerupai laki-laki.
4. Pakaian tidak
transparan
Diriwayatkan oleh
Aisyah r.a., bahwa Asma' binti Abu Bakar sedang masuk melewati Rasulullah SAW
dan ia (Asma') dalam kondisi memakai pakaian yang transparan. Maka Rasulullah
SAW langsung berpaling darinya. Hal itu merupakan contoh bahwa kita sebagai
Muslim tidak diperkenankan untuk memakai pakaian yang tembus pandag atau
transparan.
2.3 Fungsi Pakaian Menurut Islam
a. Pakaian
Sebagai Penutup Aurat
Kata aurat
terambil dari kata ar yang berarti onar, aib, tercela. Tidak satu pun dari
anggota tubuh yang buruk sebab semuanya baik dan juga bermanfaat, termasuk
aurat. Akan tetapi jika kondisi aurat seseorang dilihat yang bukan mahramnya,
maka keterlihatan itulah yang dinilai buruk. Islam memberi petunjuk tentang apa
yang dianggapnya aurat atau sauat. Aurat dipahami sebagai bagian tubuh tertentu
tidak boleh terlihat orang terkecuali oleh orang-orang tertentu.
يَا بَنِي آدَمَ قَدْ
أَنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ
التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ
يَذَّكَّرُونَ
"Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah
menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk
perhiasan, dan pakaian takwa itulah yang paling baik yang demikian itu adalah
sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu
ingat." (QS. Al-A'raf: 26)
فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ
فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ
عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ
"Maka syaitan membujuk keduanya (untuk
memakan buah itu) dengan tipu daya, tatkala keduanya telah merasai buah kayu
itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya
dengan daun-daun surga..." (QS. Al-A'raf: 22)
Dari
kedua ayat diatas bisa disimpulkan bahwa ide pertama agar seseorang membuka
aurat adalah ide setan, dan karenanya tanda-tanda kehadiran setan adalah
keterbukaan aurat. Sebuah riwayat yang dikemukakan oleh Al Biqa'i dalam bukunya
Shubhat Waraqah menerangkan bahwa saat Rasulullah SAW belum memperoleh
keyakinan mengenai apa yang dialaminya di Gua Hira (apakah dari malaikat atau
dari setan) kemudian Nabi SAW menyampaikan hal itu kepada istrinya Khadijah.
Khadijah berkata, "Jika engkau melihatnya lagi, beritahulah aku."
Suatu
ketika yang lain Rasulullah SAW melihat (malaikat) yang dilihatnya di Gua Hira,
kemudian Khadijah membuka pakaiannya sambil bertanya, "Sekarang, apakah
engkau masih melihatnya?" Rasulullah menjawab, "Tidak, dia
pergi." Dengan penuh keyakinan Khadijah lalu berkata, "Yakinlah yang
akan datang bukan setan," (sebab hanya setan yang senang melihat aurat).
Ide
dasar aurat adalah "tertutup atau tidak dilihat meski oleh yang
bersangkutan sendiri?" Ada beberapa hadits yang menjelaskan hal tersebut
secara rinci: Hindarilah tidak mengenakan busana, sebab ada (malaikat) yang
selalu bersamamu, yang tidak pernah beripsah denganmu kecuali ketika ke kamar
belakang (wc) dan ketika seseorang berhubungan suami istri. Maka dari itu
malulah kepada mereka dan setidaknya hormatilah mereka (HR. At-Tirmidzi).
b. Pakaian
Sebagai Perhiasan
Perhiasan
merupakan benda atau barang yang dipakai untuk memperelok pemakainya. Tentunya
orang itu sendiri juga harus lebih dulu menganggap bahwa perhiasan tersebut
indah. Beberapa pakar menjelaskan bahwa sesuatu yang indah adalah sesuatu yang
dapat menghasilkan kebebasan dan keserasian. Pakaian yang elok adalah contoh
kebebasan bagi pemakainya dalam bergerak. Di samping itu kebebasan juga harus
disertai rasa tanggung jawab.
Salah satu kodrat
dari keindahan adalah kebersihan. Itulah sebabnya mengapa Rasulullah SAW suka
memakai pakaian berwarna putih, bukan karena warna ini lebih sesuai dengan
iklim Jazirah Arab yang panas, tetapi pakaian yang berwarna putih akan segera
menampakkan kotoran, sehingga si pemakai juga akan berantusias untuk segera
mengganti dengan pakaian lain (yang bersih).
Al-Qur'an setelah
memerintahkan supaya memakai pakaian yang indah saat berkunjung ke masjid, juga
menganjurkan seseorang memakai perhiasan, namun tidak boleh berlebihan.
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا
زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا ۚ
إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang
indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan.
(QS. Al-A'raf: 31)
Berhias merupakan
naluri semua manusia. Salah seorang sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah,
"Seseorang yang suka pakaiannya indah dan alas kakinya indah (Apakah
termasuk keangkuhan?)" Beliau menjawab, "Sesungguhnya Allah indah,
senang kepada keindahan, keangkuhan adalah menolak kebenaran dan menghina orang
lain."
c. Pakaian Untuk
Melindungi dari Bencana
Ditemukan dalam
Al-Qur'an ayat yang menerangkan fungsi pakaian dapat memelihara seseorang dari
bencana dan terhadap sengatan panas serta dingin, QS. An-Nahl ayat ke-81. Dan
di ayat lain ditemukan juga fungsi pakaian sebagai sarana pelindung ketika
dalam peperangan, seperti pernyataan Al-Qur'an yang menyangkut Nabi Daud dengan
teknologi merancang baju besi, QS. Al-Anbiya': 80.
وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَابِيلَ
تَقِيكُمُ الْحَرَّ وَسَرَابِيلَ تَقِيكُمْ بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ
نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ
"...dan Dia jadikan bagimu pakaian yang
memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memeliharamu dalam
peperangan..." (QS. An-Nahl: 81)
وَعَلَّمْنَاهُ صَنْعَةَ
لَبُوسٍ لَكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِنْ بَأْسِكُمْ ۖ فَهَلْ أَنْتُمْ شَاكِرُونَ
"dan telah Kami ajarkan kepada Daud
membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu, Maka hendaklah
kamu bersyukur (kepada Allah)." QS. Al Anbiya': 80)
d. Pakaian untuk
Petunjuk Identitas
Eksistensi atau
keberadaan seseorang ada yang bersifat meterial (jasmani) dan ada juga yang
imaterial (ruhani). Hal-hal yang bersifat material antara lain terpapang jelas
dalam pakaian yang dikenakan Nabi SAW. Beliau sangat menekankan terhadap
pentingnya penampilan identitas seorang Muslim, tak lain adalah melalui pakaian
tersebut. Oleh karena itu, Nabi SAW melarang laki-laki yang memakai pakaian
perempuan dan perempuan yang memakai pakaian laki-laki (HR. Abu Daud).
Fungsi identitas
pakaian ini juga disyaratkan oleh Al-Qur'an dalam Surah Al-Ahzab ayat ke-59
yang memerintahkan Rasulullah SAW agar menyampaikan kepada istri-istrinya,
anak-anak perempuannya, dan juga wanita-wanita Mukmin agar mereka mengulurkan
(memanjangkan) jilbab mereka.
Batas Aurat
Ulama bersepakat
menyangkut kewajiban tentang tata cara berpakaian agar menutup aurat, hanya
saja mereka berbeda pendapat mengenai batas aurat itu. Bagian mana dari tubuh
kita yang wajib untuk ditutup.
2.4 Batas Aurat
Batas Aurat
Laki-Laki
Imam Syafi'i,
Imam Malik beserta Abu Hanifah berpendapat bahwa laki-laki wajib menutup
anggota tubuhnya mulai dari pusar sampai lutut, walaupun ada juga yang
berpendapat bahwa yang wajib ditutup dari anggota tubuh laki-laki hanya bagian
'depan dan belakang'.
Batas Aurat
Perempuan
Menurut sebagian
besar ulama mewajibkan seluruh Mukmin wanita agar menutup seluruh anggota
tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan, sedangkan menurut Abu Hanifah
hendaknya sedikit lebih longgar, sebab menambahkan bahwa selain muka dan
telapak tangan, bagian kaki muslimah juga boleh terbuka. Tetapi menurut Abu
Bakar bin Abdurrahman dan Imam Ahmad berpendapat bahwa semua anggota badan
seorang perempuan harus ditutup.
Hal yang demikian
ini juga sesuai dengan apa yang diriwayatkan oleh Abu Daud dari Aisyah r.a.,
bahwa ketika Asma' binti Abu Bakar bertemu dengan Nabi SAW, saat itu Asma'
sedang memakai pakaian yang tipis, kemudian Rasulullah memalingkan wajah seraya
bersabda: "Wahai Asma'! Sesungguhnya, jika seorang wanita sudah sampai
masa haid, maka tidak layak lagi bagi dirinya menampakkannya, kecuali
ini..." (Nabi mengisyaratkan pada wajah dan tangannya).
2.5 Adab Berpakaian Menurut Islam
Islam adalah
agama yang detail. Ada beberapa cara atau adab berpakaian yang baik menurut
Islam, antara lain :
1.
Disunnatkan
memakai pakaian baru, bagus dan bersih
2.
Disunnatkan
berdo'a ketika mengenakan pakaian baru
3.
Pakaian
tidak merupakan pakaian untuk ketenaran
4.
Disunnatkan
mendahulukan bagian yang kanan ketika sedang berpakaian
5.
Pakaian
tidak boleh ada gambar makhluk bernyawa atau gambar salib
6.
Disunnatkan
memakai pakaian berwarna putih.
Membiasakan Akhlak Berpakaian yang Baik
Agama Islam memerintahkan pemeluknya agara berpakaian yang
baik dan bagus, sesuai dengan kemampuan masing – masing. Dalam pengertian bahwa
pakaian tersebut dapat memenuhi hajat tujuan berpakaian, yaitu menutup aurat
dan keindahan.
Islam memiliki etika berbusana yang telah diatur oleh Allah SWT didalam Al – Qur’an dan Hadits. Didalam Islam, kita sebagai umat Allah tidak diperbolehkan memakai pakaian yang melanggar aturan Islam, tetap harus mengikuti aturan itu sampai kita meninggal. Jika kita melanggar, dan tidak mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Allah, maka sama saja kita orang munafiq.
Islam memiliki etika berbusana yang telah diatur oleh Allah SWT didalam Al – Qur’an dan Hadits. Didalam Islam, kita sebagai umat Allah tidak diperbolehkan memakai pakaian yang melanggar aturan Islam, tetap harus mengikuti aturan itu sampai kita meninggal. Jika kita melanggar, dan tidak mau mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Allah, maka sama saja kita orang munafiq.
Zaman semakin berkembang bukan berarti kita harus mengikuti
perkembangan yang ada secara keseluruhan. Pakaian merupakan pengaruh yang besar
bagi perkembangan zaman. Karena, akibat dari perkembangan zaman yang datangnya
dari Dunia Barat, sangat mempengaruhi mode pakaian kita sebagai umat muslim.
Maka dari itu biasakanlah berpakaian sesuai syari’at Islam, agar tidak
terpengaruh oleh pengaruh – pengaruh negatif, yang membuat kita lupa akan Allah
serta aturanNya.
Adapun busana
Muslimah yang baik haruslah memiliki kriteria sebagai berikut :
1.
Tidak
jarang dan ketat
2.
Tidak
menyerupai laki-laki
3.
Tidak
menyerupai busana khusus non-muslim
4.
Pantas
dan sederhana
2.6 Hikmah Akhlak Berpakaian
1.
Menjaga
Identitas Muslim
Pakaian
merupakan salah satu identitas diri bagi pemakainya, jika kita mengenakan
pakaian sesuai dengan fungsi untuk menutup aurat dan memenuhi nilai-nilai
budaya yang bagus, sopan serta nyaman, itu berarti kita sudah menjalankan
ajaran agama dengan baik.
2.
Menjaga
Kebersihan dan Kesehatan
Fungsi
pakaian memang sangat bermanfaat bagi tubuh kita, salah satunya yaitu untuk
melindungi kulit. Apabila kulit kita tidak terlindungi oleh pakaian dan
langsung terkena pancaran sinar ultra violet, maka akan menyebabkan kulit
terbakar dan lebih parahnya kita akan mengalami kanker kulit. Selain itu,
fungsi pakaian juga dapat menjaga suhu tubuh agar tetap stabil dengan
menggunakan jenis bahan pakaian tertentu
Nilai positif Akhlak Berpakaian
Pakaian sangat berfungsi bagi tubuh kita, salah satunya untuk
melindungi kulit kita. Apabila kulit kita tidak terlindungi oleh pakaian,
langsung terkena pancaran sinar ultra violet, maka kulit kita akan terbakar dan
kita bisa mengalami kanker kulit.
Pakaian juga menjaga suhu tubuh menusia agar tetap stabil, dengan menggunakan jenis bahan pakaian tertentu, kita bisa menjaga suhu tubuh kita. Pakaian juga bisa menjadi identitas diri kita, apabila kita menggunakan pakaian yang bagus dan kelihatan nyaman, berarti kita sudah memenuhi kriteria berpakaian yang sopan, dan kita pun bisa melakukan ibadah tanpa harus khawatir, apakah baju kita suci dan pantas untuk dipakai.
Pakaian juga menjaga suhu tubuh menusia agar tetap stabil, dengan menggunakan jenis bahan pakaian tertentu, kita bisa menjaga suhu tubuh kita. Pakaian juga bisa menjadi identitas diri kita, apabila kita menggunakan pakaian yang bagus dan kelihatan nyaman, berarti kita sudah memenuhi kriteria berpakaian yang sopan, dan kita pun bisa melakukan ibadah tanpa harus khawatir, apakah baju kita suci dan pantas untuk dipakai.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Agama Islam adalah agama yang sempurna, mengatur manusia
dalam segala aspeknya. Berpakaian, Berhias, perjalanan, bertamu serta menerima
tamu tetap ada aturannya dalam Islam. Semua akhlak tersebut adalah akhlak
terpuji apabila kita melakukannya hanya karena Allah SWT, tanpa ada niat yang
berlebihan dan lain dari pada niat kita kepada Allah SWT.
Maka dari itu, kita tidak boleh menyalah gunakan arti
pakaian. Yang sebetulnya untuk melindungi tubuh dari bahaya serta menutup
aurat, fungsinya berubah menjadi untuk memamerkan bentuk lekuk tubuh. Berhias juga
tidak boleh kita salah gunakan. Haruslah sesuai kadarnya, agar tidak
menimbulkan pandangan buruk terhadap kita. Dan jangan gunakan Berhias menjadi
suatu hal yang maksiat bagi kita. Perjalanan adalah suatu hal yang mulia.Hal
yang suka dilakukan oleh Rasulullah, dengan mempersiapkan segala aspek, baik
waktu, tujuan, makanan, serta yang lainnya.
3.2 Saran
Didalam berpakaian, kita sebagai muslim haruslah tetap
berpakaian dengan mengikuti syari’at Islam, dengan menutup aurat, tidak
menggunakan pakaian yang ketat atau membentuk lekukan tubuh.
DAFTAR PUSTAKA
An-nawawi,
imam. 2011. Riyadhush Sholihin (diterjemahkan oleh Arif Rahman Hakim, Lc, dkk).
Solo: Insah Kamil.
Ayyub, Hasan.
1994. Etika Islam: Menuju Kehidupan yang Hakiki. Bandung: Trigenda Karya.
Fatimah,
Khair Muhammad. 2002. Etika Muslim Sehari-hari. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
Kathur
suhardi. 2003. Inul lebih dari segelas arak cermin masyarakat jahiliyah,
Jakarta: darul falah
Madjid
Hasyim, Husaini A. 1993. Syarah: Riyadhush Shalihin 3. Surabaya: Bina Ilmu.
Rahnavard
Zahra. 2003. pesan pemberontak hijab, bogor: cahaya
Salim, A.
Abdul Mun’im. 2009. Kupas Tuntas Etika Berhias Wanita Muslimah (diterjemahkan
oleh Abu Ihsan Al-Atsari). Solo: At-tibyan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar